Juli 23, 2024
Image default
Hot NewsHot Releases

Metafore eksplorasi Post-Rock lewat Single “Cahaya Pagi di Ruang Tengah”

Metafore adalah kolektif bebunyian alternative–group band—baru di Surabaya, proyek yang diinisiasi di awal 2023 oleh Dika Novi (Vokal) dan Petrus Bima (Gitar) ini awalnya dibentuk sebagai respon atas kondisi masyararakat pasca-pandemi yang menghantam dunia belakangan lalu, bayang-bayang survivalitas ala post-apocalyptic kemudian terimajinasikan.

Dipilah-pilahlah genre musik yang bisa mengimbangi ide itu, lalu tersebutlah Post-Rock yang dipilih sebagai nyawa utama. Singkat kemudian, bergabung Afrik (Gitar), Fadhil Hamdani (bass), Ainul Akbar (drum). Kolektif Bebunyian Alternative dengan nyawa Post-Rock ini telah mengawali perjalanannya di 2023 dengan merilis single berjudul “Waktu-Waktu Batu” di Mei 2023 lalu, untuk juga ikut bergabung/bersenang senang di ruang-ruang–sesak dan ramai– skena musik Surabaya.Orang-orang menyebut Metafore sebagai band dengan genre Post Rock/Math-Rock.

Tentu Metafore banyak terinspirasi dari band-band post rock dengan bebunyian ambient, atmospherical, juga perpaduan sentuhan twinkle (Math-Rock) dengan penggabungan warna gitar kering yang penuh reverb dan delay serta ambient di belakangnya. Melodi yang catchy, atmosferik, peleburan dan penyeimbangan antara warna kegembiraan dan kesedihan; riuh irama kakofonikal adalah ciri khas Metafore.

Setelah merilis single pertamanya, Metafore segera bergegas menuju materi selanjutnya seolah tak ingin ketinggalan dengan momentum–pasca pandemi—yang sedang berjalan ini. Jika di single sebelumnya Metafore berbicara soal banyaknya kekerasan yang menghancurkan dunia kita ini– bahkan di era pandemi—maka di single kedua kali ini Metafore menangkap sesuatu yang berbeda dan lebih personal.Single ini masih dirilis dibawah naungan Loverman Records, berjudul “Cahaya Pagi Di Ruang Tengah” di mana seluruh proses produksi Single ini dilakukan di Rezroll RCRDS.

Segala proses kreatif musik digarap bersama secara kolektif sedang bagian lirik ditulis oleh Dika Novi.Dalam single terbaru ini Metafore merespon keadaan-keadaan pasca-pandemi di mana banyak dari kita yang terdampak secara langsung oleh wabah kemarin keluarganya menjadi pincang, bonyok, dan sakit-sakitan.Di lain sisi, masyarakat yang berhasil bertahan dan para keluarga terdampak harus melanjutkan hari-harinya lagi, kembali bekerja, dan terus berjalan meskipun terhuyung-huyung—tak seimbang—. Untuk kembali bangun dan sekadar memicing-micingkan mata adalah hal berat, dan single berjudul “Cahaya Pagi Di Ruang Tengah” berusaha merespon keadaan tersebut. Kerapuhan hidup selalu berkelindan dengan absennya keluarga, sedangkan kita semua kalah dalam hasrat yang ganjil bernama harapan.

Do’a terkuat untuk kalian semua yang mengalami kesedihan itu namun berusaha tetap berdiri terengadah.

Related posts

JESENN Merilis “Butuh Bertemu” Sebuah Cara Memaknai Cinta, Jarak, dan Rindu

Stoodent

SWAG Edisi ke 50 Makin Bikin Surprise

Aqila Daffa

CHRISTIAN KARTONO Rilis Video Klip Musik dari karya terbaru berjudul “ SAYAP TUK LEWATI GELAP “

Stoodent

Leave a Comment